PENDIDIKAN DEVELOPMENTALISME MOH. SJAFEI: MEMBANGUN KONSEP PENDIDIKAN BERKEBUDAYAAN DI INS KAYUTANAM (1928-1969)

Afdhal Afdhal(1*), Feky Manuputty(2), Rizki Muhammad Ramdhan(3)

(1) Universitas Pattimura
(2) Universitas Pattimura
(3) Universitas Pattimura
(*) Corresponding Author

Sari


Tujuan dari artikel ini adalah menganalisis pemikiran Moh. Sjafei dalam kerangka konsep pendidikan developmentalisme yang diaktualisasikannya pada sekolah INS Kayu Tanam. Konsep pendidikan developmentalisme Moh. Sjafei diartikan sebagai pengajaran nilai-nilai nasionalisme, pendidikan karakter, pendidikan aktif-kreatif, dan kesadaran kritis kepada siswanya. Dalam artikel ini, penulis berangkat dari masalah kemerosotan moral, mental dan intelektual pada realitas pendidikan di Indonesia. Menurut penulis, permasalahan tersebut dapat diselesaikan melalui developmentalisme pendidikan yang telah dilaksanakan oleh Moh. Sjafei di Sekolah INS Kayutanam. Metode pembelajarannya hampir sama dengan metode pembelajaran yang dikemukakan oleh Howard Gardner, yaitu metode pembelajaran multiple intelligences. Moh. Sjafei juga menekankan keseimbangan antara kognitif, afektif, psikomotor dan ekstrakurikuler. Baginya semua aspek tersebut memiliki keterkaitan satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan dan ditinggikan satu sama lain. Dalam penulisan makalah ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan.

Kata Kunci


Moh. Sjafei, Pendidikan Developmentalisme, Pendidikan Budaya, INS Kayutanam

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Afdhal. (2016). Pendidikan Developmentalisme Moh. Sjafei: Mengurai Kembali Simpul-Simpul Pendidikan Berkebudayaan di INS Kayutanam. Jurnal Scripta, 3(Sociology of education), 1–15.

Ali, S., Hartini, N., & Yoenanto, N. H. (2022). Characteristics Of Bullying Perpetrators And Bullying Victimization At The Indonesians Schools; A-Review. Journal of Positive School Psychology, 3392–3404.

Balduzzi, E. (2009). En la raíz del activismo: el sentido educativo del actuar en Kerschensteiner, Ferrière y Dévaud.

Brassington, R. (2017). Desk Study (pp. 17–28). https://doi.org/10.1002/9781118397404.ch2

de Winter, M. (2003). On Infantilization and Participation: In W. KOOPS & M. ZUCKERMAN (Eds.), Beyond the Century of the Child (pp. 159–182). University of Pennsylvania Press. http://www.jstor.org/stable/j.ctt3fj4kh.12

Dewey, J. (1966). Democracy and education (1916). Jo Ann Boydston (Ed.). The Middle Works of John Dewey, 9, 1899–1924.

Dewey, J. (1986). Experience and education. The Educational Forum, 50(3), 241–252.

Dowling, M. (2004). Hermeneutics: an exploration. Nurse Researcher, 11(4).

Gardner, H. (2010). Multiple intelligences. New York.-1993.

Ibrahim, T. (1978). Pendidikan Moh. Sjafei INS Kayutanam. Mahabudi Jakarta.

Idri, N. A. (2015). Social Science Research: From Field to Desk. AWEJ, 6, 420–422.

Isnaini, M. (2012). Moehammad Sjafei: Pemikiran dan Praktik Pendidikan tentang Ruang Pendidik INS Kayu Tanam. Jurnal Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, 1–13.

Koops, W. (2003). Imaging Childhood. In W. KOOPS & M. ZUCKERMAN (Eds.), Beyond the Century of the Child (pp. 1–18). University of Pennsylvania Press. http://www.jstor.org/stable/j.ctt3fj4kh.4

Kurniasih, L. (1990). Indonesich Nederlandsce School (INS) Kayutanam, 1926-1942. Universitas Indonesia.

Lim, M. (2015). Islamic radicalism and anti Americanism in Indonesia: The role of the Internet (Issue 18).

Maulana, D. (2017). The exclusivism of religion teachers: Intolerance and radicalism in Indonesian public schools. Studia Islamika, 24(2), 395–401.

Mohr, J. W., Wagner-Pacifici, R., & Breiger, R. L. (2015). Toward a computational hermeneutics. Big Data & Society, 2(2), 2053951715613809.

Navis, A. A. (1996). Filsafat dan Strategi Pendidikan M. Sjafei: Ruang Pendidik INS Kayutanam. Gramedia Widiasarana Indonesia.

Noboru, T., Amalia, E., Hernandez, P. M. R., Nurbaiti, L., Affarah, W. S., Nonaka, D., Takeuchi, R., Kadriyan, H., & Kobayashi, J. (2021). School‐based education to prevent bullying in high schools in Indonesia. Pediatrics International, 63(4), 459–468.

Padmo, S. (2007). Gerakan pembaharuan Islam Indonesia dari masa ke masa: Sebuah pengantar. Jurnal Humaniora, 19(2), 151–160.

Rachmawati, Y., Pai, Y.-F., & Chen, H.-H. (2014). The necessity of multicultural education in Indonesia. International Journal of Education and Research, 2(10), 317–328.

Reich, K. (2007). Interactive Constructivism in Education. Education and Culture, 23(1), 7–26. http://www.jstor.org/stable/42922599

Schecter, B. (2011). “Development as an Aim of Education”: A Reconsideration of Dewey’s Vision. Curriculum Inquiry, 41(2), 250–266. http://www.jstor.org/stable/41238380

Sjafei, M. (1968). Dasar-Dasar Pendidikan INS Kayutanam. INS Kayutanam.

Supriadi, D. (2015). Sejarah Pendidikan Teknik dan Kejuruan di Indonesia: Membangun Manusia Produktif. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan.

Tsuchiya, K., Sentā, K. D. T. A. K., & Hawkes, P. (1987). Democracy and Leadership: The Rise of the Taman Siswa Movement in Indonesia. University of Hawaii Press. https://books.google.co.id/books?id=V55wAAAAMAAJ

Wahyuni, D. (2014). Kejahatan Seksual Anak dan Gerakan Nasional Anti-Kejahatan Seksual Terhadap Anak. Info Singkat Kesejahteraan Sosial, 6.

Walujono, A. (2014). The discrimination of the ethnic Chinese in Indonesia and perceptions of nationality.

Winch, C. (2006). Georg Kerschensteiner—founding the dual system in Germany. Oxford Review of Education, 32(3), 381–396.

Zed, M. (2012). Engku Mohammad Sjafe’i dan INS Kayutanam: Jejak Pemikiran Pendidikannya. Tingkap, 8(2), 173–188.




DOI: http://dx.doi.org/10.31602/jmbkan.v8i3.8847

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Akun Akademik Anda Terhubung dengan :

  

Didedikasikan Untuk:

   

 

Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia disseminated below Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.