STRATEGI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENGATASI SISWA YANG TIDAK DISIPLIN DI SMP NEGERI 17 BANJARMASIN

Yohana Yohana, Gusti Irhamni, Ainun Heiriyah

Sari


Berbicara mengenai remaja disekolah, masih ada saja siswa yang melanggar aturan tata tertib disekolah, sama halnya di SMP Negeri 17 Banjarmasin, padahal aturan tersebut sudah ada dan juga diketahui oleh para siswa tetapi masih ada yang melanggar salah satunya adalah siswa yang sering datang terlambat dilakukan secara berulang-ulang dengan siswa yang sama adapun keterlambatan tersebut dari faktor dirinya sendiri tanpa ada factor lain. Tujuan penelitian untuk mengetahui stategi yang dipakai guru Bimbingan dan Konseling dalam mengatasi ketidak disiplinan siswa yang sering datang terlambat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Hasil penelitian strategi yang digunakan guru Bimbingan dan Konseling di SMP Negeri 17 Banjarmasin dalam mengatasi siswa yang tidak disiplin dengan memberikan layanan konseling individual dengan teknik modelling. Kedisiplinan sangat perlu ditumbuhkan sejak dini, karena pribadi yang disiplin mampu menjadikan sesorang memiliki kecakapan mengenai cara berpikir yang baik dan juga merupakan suatu proses pembentukan watak serta karakter yang baik.

_________________________________________________________

 

Talk about teenagers in school, there are still students who violate the rules of discipline in school, the same as in SMP Negeri 17 Banjarmasin, even though these rules already exist and are also known by students but there are still those who violate one of them is students who often arrive late in the manner repeatedly with the same student as for the delay from the factor itself without any other factor. The purpose of this research is to find out the strategies used by the Guidance and Counseling teacher in overcoming the discipline of students who often come late. The method used in this research is qualitative. The results of the research strategy used by the Guidance and Counseling teacher at SMP Negeri 17 Banjarmasin in dealing with students who are not disciplined by providing individual counseling services with modeling techniques. Discipline really needs to be grown early, because a disciplined person is able to make someone have skills about good thinking and is also a process of forming good character and character.


Kata Kunci


Strategi,Strategi Guru Bimbingan dan Konseling,Disiplin

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Fiana, F.J., Daharnis, & Mursyid, R. (2013). Disiplin Siswa di Sekolah dan Implikasinya dalam Pelayanan Bimbingan dan Konseling. Konselor, 2(3), 30-31.

Husni, M. (2017). Layanan Konseling Individual Remaja Pendekatan Behaviorisme. Al-Ibrah, 2(2), 57-59.

Ilahi, R., Syahniar, & Ibrahim, I. (2013). Faktor yang Mempengaruhi Pelanggaran Disiplin Siswa dan Implikasinya Terhadap Layanan Bimbingan & Konseling. Konselor, 2(2), 20-21.

Noviaty, D., Yuliansyah, M, & Fauzi, Z. (2018). Strategi Guru Bimbingan dan Konseling dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa di MAN 1 Banjarmasin. Jurnal Mahasiswa BK An-Nur, 4(3), 7-10.

Suhardi, D. (2017). Nilai Karakter Refleksi Untuk Pendidikan. Depok: PT RajaGrafindo Persada.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Sulaiman, B. Z. (2013). Hubungan Persepsi Kesesakan (Crowding) dan Kematangan Emosi Dengan Disiplin Berlalu Lintas Pada Remaja Akhir SMAN 1, SMAN 3, dan SMAN 4 Kota Malang. Skripsi. Malang: Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang.

Yusuf, S. L. N., & Nurihsan, J. (2016). Landasan Bimbingan & Konseling. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.




DOI: http://dx.doi.org/10.31602/jbkr.v5i2.2188

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Akun akademik anda terhubung dengan:

          

 

Didedikasikan untuk:

                      

 

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.