PERANCANGAN DAN UJI PERFORMANSI MESIN PENGERING PUCUK DAUN PELAWAN

Idiar ,

Sari


Salah satu pohon yang banyak tersebar di wilayah pulau Bangka adalah pelawan. Beberapa hasil yang dapat diolah dari pohon pelawan seperti madu, jamur pelawan dan teh yang terbuat dari pucuk daun pelawan. Pembuatan teh pucuk daun pelawan masih tradisional dari tahap awal sampai akhir menjadi produk berupa serbuk teh. Proses pengeringan atau pelayuan pucuk daun pelawan dilakukan dengan cara disangrai menggunakan kuali yang dipanaskan dengan kompor LPG  atau kayu bakar. Hal tersebut dilakukan secara berulang-ulang dan memerlukan waktu sekitar  5 jam untuk kapasitas 3 kg. Adapun tujuan penelitian ini adalah merancang, membuat serta melakukan uji performansi mesin pengering pucuk daun pelawan kapasitas 10 kg/jam. Metode penelitian yang digunakan yaitu pengumpulan data, perancangan mesin, permesinan serta perakitan komponen, uji fungsi mesin. Hasil perancangan dengan metode VDI 2222 didapatkan mesin pengering dengan sistem tabung berputar yang memiliki kemiringan 30° sehingga pucuk daun teraduk secara merata. Sistem pemanas menggunakan kompor LPG yang diposisikan sebanyak 2 titik pada bawah tabung. Selain itu, berdasarkan hasil uji coba mesin kapasitas tabung 10 kg dapat menghasilkan 4 kg pucuk daun kering dengan suhu rata-rata 83.4°C selama 1 jam.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


S. Pasaribu, “Pengaruh Celah S. Enggiwanto, F. Istiqomah, K. Daniati, O. Roanisca, R.G. Mahardika, Ekstraksi Daun Pelawan (Tristaniopsis Merguensis) Sebagai Antioksidan Menggunakan Microwave Assisted Extraction (MAE), Indonesian Journal of Pure and Applied Chemistry.Vol.2, (2018) 50-55.

M.F.A. Kadri, T. Sunarni, G. Pamudji, I. Zamzani, Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Pelawan (Tristaniopsis Obovate. Benn) Dengan Metode Penangkapan Radikal Bebas 2,2’-Difenil-1-Pikrilhidrazil, Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol.2, No.2, (2019) 167-172.

A. Eviza, R. Novita, Irzal, Uji Kinerja Alat Pengolah Kahwa Daun (Teh Herbal Sumatera Barat), Jurnal Teknologi Pertanian Andalas. Vol.23, No.01, (2019) 75-79.

E.L. Utari, Pemanfaatan Energi Terbarukan Untuk Perancangan Sistem Rotary Dryer Pada Tahap Pengeringan Daun Teh Hijau Di Kulonprogo, Jurnal Teknoin. Vol.24, No.02, (2018) 111-122.

R. Romadhon, A.Z. Muttaqin, H. Sutjahjono, Pengaruh Putaran Rotary Dryer Dan Waktu Proses Terhadap Laju Pengeringan Daun Teh Hijau, Jurnal Kajian Ilmiah Dan Teknologi Teknik Mesin. Vol.04, No.02, (2020) 12-18.

S.P. Prayitno, Guntoro, S.S. Utami, Jenis Alat Dan Lama Pengeringan Terhadap Kualitas Mutu Pada Pembuatan Teh Cascara Kopi, Seminar Nasional Hasil Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Pranata Laboratorium Pendidikan Politeknik Negeri Jember. (2019) 321-324 (Ais) Terhadap Reduksi Emisi Gas Buang Yamaha New Jupiter Mx,” JTM , Jur. Tek. Mesin Fak. Tek. Univ. Negeri Surabaya, vol. 03, no. 2, pp. 104–113, 2014.

Andriyono, Rusli, Rancang Bangun Mesin Pengering Biji-Bijian (Dryer), Jurnal Ilmiah Mustek Anim Ha. Vol.05, No.03, (2016) 246-257..

S. Johanes, S. Siswantoro, I. Bahiuddin, Rancang Bangun Alat Pengering Produk Pertanian Tipe Tray Berputar, Jurnal Rekayasa Mesin. Vol.15, No.02, (2020) 89-98

A. Ruswandi, Metode Perancangan 1, Politeknik Manufaktur Bandung, Bandung, 2004




DOI: http://dx.doi.org/10.31602/al-jazari.v6i1.5010

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.