RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) TERHADAP SUBTITUSI SEKAM PADI DAN PEMBERIAN SUPLEMEN ORGANIK

Malik Tsaqafi, Darso Sugiono, Ani Lestari

Sari


White oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) is a type of local mushroom that has been and is being developed in Indonesia. Efforts to find alternative media for sawdust if it is difficult to obtain or not available and the addition of nutrients from the outside by giving organic supplements to increase the growth and development of oyster mushrooms. The experiment was carried out in Bahagia Village, Babelan District, Bekasi Regency. The research method used was an experimental method with a single factor Randomized Block Design (RBD). There were 10 treatment, namely A (without the addition of media + aquades 100%), B (15% rice husk + 25% organic supplement), C (15% rice husk + 50% organic supplement), D (15% rice husk + 75% organic supplement), E (30% rice husk + 25% organic supplement), F (30% rice husk + 50% organic supplement), G (30% rice husk + 75% organic supplement), H (45% rice husk + 25% organic supplement), I (45% rice husk + 50% organic supplement) and J (45% rice husk + 75% organic supplement). The results showed that there was a significant effect of rice husk substitution and organic supplementation on the number of fruit clumps per baglog, fruit cap diameter per baglog, and fresh weight of mushrooms per baglog. Treatment C (15% rice husk + 50% organic supplement) gave the highest results on the parameters of the number of fruit clumps per baglog (1.00), fruit cap diameter per baglog (6.03 cm),  fresh weight of mushrooms per baglog (60.54 grams).


Kata Kunci


jamur tiram putih; media tumbuh; sekam padi; suplemen organik

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Amuneke, E. H., Dike, K. S., & Ogbulie, J. N. (2011). Cultivation of Pleurotus ostreatus : An edible mushroom from agro base waste products. J. Microbiol. Biotech. Res., 1(3), 1–14.

Arifin, I., Isnawati, & Fitrihidajati, H. (2014). Penggunaan Limbah Kapas Industri Kain dengan Tambahan Bekatul sebagai Alternatif Bahan Media Tanam Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus). Lentera Bio, 3(3), 216-221.

Chang S.T dan P.G. Miles, 2004, Mushrooms cultivation, nutritional value, medicinal effect, and environmental impack Second Eddition. New York : CRC Press

Gomez, K.A., dan A.A. Gomez. (2010). Prosedur Statistik untuk Penelitian Pertanian. Terjemah Endang Sjamsudin dan Justika S. Baharsjah. , Jakarta : UI Press

Hariadi N, Setyobudi L, & Nihayati E. (2013). Studi Pertumbuhan dan Hasil Produksi Jamur Tiram Putih (Pleorotus ostreatus) pada Media Tumbuh Jerami Padi dan Serbuk Gergaji. Jurnal Produksi Tanaman. Vol 1 (1):47-53.

Ikhsan, M., & Ariani, E. (2017). Pengaruh Molase Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) pada Media Serbuk Kayu Mahang dan Sekam Padi. JOM, 4(2), 9–15.

Kadir, I. (2010). Pemanfaatan Iradiasi Untuk Memperpanjang Daya Simpan Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Kering. Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop Dan Radiasi, 6(1), 86–103.

Kenanga, P., A. Pambudi, & R. L. Puspitasari. (2014). Perbandingan Pertumbuhan Jamur Tiram Putih di Kumbung Ciseeng dan Universitas Al-Azhar Indonesia. Jurnal Biologi 7 (2) : 94-98.

Marwah, H. (2019). Respons Pertumbuhan dan Hasil Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Akibat Penggunaan Media Sekam Padi dan Nutrisi Air Rebusan Tauge. Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang.

Muchsin, A. Y, Murdiono, W.E & Maghfoer, M.D, (2017). Pengaruh Penambahan Sekam Padi Dan Bekatul Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus). Journal of Agricultural Science., 2(1): 30-38.

Nugraha, S. & Setiawati, J. (2006). Peluang Bisnis Arang Sekam. Balai Penelitian Pascapanen Pertanian, Jakarta.

Nurafles, R. (2015). Pengaruh Komposisi Serbuk Gergajian Kayu dan Jerami Padi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus). Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang.

Istiqomah, N. & Fatimah, S. (2014). Pertumbuhan dan Hasil Jamur Tiram Pada Berbagai Komposisi Media Tanam. Ziraa’ah Majalah Ilmiah Pertanian Vol 39 (3) : 95-99.

Rahma, A., & S. Purnomo. (2016). Pengaruh Campuran Ampas Tebu Dan Sabut Kelapa Sebagai Media Perrtumbuhan Alternatif Terhadap Kandungan Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus). Jurnal Sains dan Seni ITS 5(2): 90-92.

Rosnina, A. G., Wirda, Z., & Aminullah, A. (2017). Efek Penambahan Sekam Padi Pada Berbagai media Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus). Jurnal Agrium 14 (2) : 18 -25.

Sharma, S., Yadav, R. K. P., & Pokhrel, C. P. (2013). Growth and Yield of Oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) on different substrates. Journal on New Biological Reports, 2(1), 3–8.

Sipahutar, D. (2010). Teknologi Briket Sekam Padi. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), Riau.

Suparti & L. Marfuah. (2015). Produktivitas Jamur Tiram Putih (Pleurotus oreatus) Pada Media Limbah Sekam Padi dan Daun Pisang Kering Sebagai Media Alternatif. Jurnal Bioeksperimen 1 (2) : 37-44.

Suriawiria, U. (2002). Budidaya Jamur Tiram. Yogyakarta: Penerbit Kanisius

Wahyuning, B. (2019). Pengaruh Penggunaan Suplemen Organik Di Berbagai Kosentrasi Untuk Meningkatkan Hasil Produksi Jamur Tiram Putih. Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma.

Wibisono, S. & Sudarsih. (2014). Ipteks Bagi Masyarakat Kelompok Usaha Baglog Jamur Tiram. Fakultas Ekonomi. Unversitas Jember.

Zulfarina, Z., E. Suryawati., Y. Yustina., R. A. Putra., dan H. Taufik. (2019). Budidaya Jamur Tiram dan Olahannya untuk Kemandirian Masyarakat Desa. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement). 5(3): 358-370.




DOI: http://dx.doi.org/10.31602/zmip.v46i3.5243

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##



 

  

 

 

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.