Pengaruh Beberapa Dosis Abu Janjang Kelapa Sawit Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.)

Siska Efendi(1*), Putri Diana(2), Nasrez Akhir(3)

(1) Universitas Andalas Padang
(2) Universitas Andalas Padang
(3) Universitas Andalas Padang
(*) Corresponding Author

Sari


          The plant medium condition in the nursery will affect the growth of cacao seedlings. The oil Palm ash is one of the soil ameliorants because it content complete nutrient both macro and micro, the capability to increasing soil pH and having a high base saturation. The objectives of the research were to study the effect of oil palm ash on the growth of cacao seedlings and to get the dose for cacao in nurseries. This research was conducted in experimenta field of 3rd Campus Andalas University Dharmasraya, in December 2018 until March 2019. The experimental method used was a Completely Randomized Design (CRD) consisted of 5 treatments and 5 replications, each of experiment unit consistent of 2 plant polybag so the total of 50 plants was obtained. The Treatments were some doses of oil palm ash of 0 g of oil palm ash/polybag, 150 g of oil palm ash/polybag, 300 g of oil palm ash/polybag, 450 g of palm oil ash/polybag, and 600 g of oil palm ash/polybag. Data analysis was performed by analysis of variance (F test) at the level of 5%. If its results are significant, then further tests with DNMRT at the level of 5%. The results of the present study showed that oil palm ash had an influence on the growth of cacao seedlings on the variables of stem height, stem diameter, number of leaves, and the root length. The dosage of 450 g oil palm ash/polybag showed the best results for stem height and number of leaves of cacao seedlings, while the dosage of 600 g oil palm ash/polybag showed the best results for stem diameter and root length of cacao seedlings. The recommended dose for cacao in the nursery is 450 g of oil palm ash/polybag. 


Kata Kunci


Clones, Plant Medium, Organic Fertilizer,Oil Palm Ash, and Ultisol

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Badan Pusat Statistik Sumatera Barat. 2018. Agam dalam angka laporan tahunan Bappeda: Padang.

Direktorat Jenderal Perkebunan (DITJEBUN). 2011. Luas Areal dan Produksi Perkebunan Seluruh Indonesia Menurut Pengusahaan. Jakarta: Ditjen Perkebunan.

Goenadi, Didiek Hadjar. 2005. Prospek dan Arah Pengembangan Agribisnis Kelapa Sawit di Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian Republik Indonesia.

Gardner, F.P.R.B Pear dan F.L. Mitaheel.1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. Jakarta: Universita Indonesia. Terjemahan dari: Herawati Susilo dan Subianto.

Hanibal, Sarman, Gusniwati. 2001. Pemanfaatan Abu Janjang Kelapa Sawit pada Lahan Kering dan Pengaruhnya terhadap Pembentukan Nodula Akar, Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max). [Skripsi]. Jambi.Fakultas Pertanian Universitas Jambi.

Hariyadi, B. W., Ali, M., & Nurlina, N. 2017. Damage Status Assessment Of Agricultural Land As A Result Of Biomass Production In Probolinggo Regency Eats Java. Adri International Journal Of Agriculture, 1(1) : 27-47

Harjadi, S. S. 2006. Dasar-dasar Agronomi. Gramedia: Jakarta.

Hardjowigeno, S. 2003. Klasifikasi Tanah dan Pedogenesis. Akademika Pressindo: Jakarta.

Hidajat, S. 1994. Fisiologi Tumbuhan. Bandung: ITB. Terjemahan dari: Diah. R. Lukmana.

Hutagaol, H.H. 2003. Efek Interaksi Perlakuan Kapur Dolomit dan Kompos Kulit Durian terhadap pH, P-tersedia, KTK, dan Al-dd pada Tanah Masam. [Skripsi]. Sumatera Utara. Ilmu Tanah Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara.

Karmawati, Elna. 2010. Budidaya dan Pasca Panen Kakao.Puslitbang: Bogor.

Kelishadi, RMD. 2005. Cacao to Cacao to Chocolate: Healthy Food? Arya Journal. 1(1) : 28-34.

Kustiawan, I. 2014. Konversi Lahan Pertanian di Pantai Utara. Didalam Prisma No.1. Pustaka LP3ES: Jakarta.

Lakitan, B. 2007. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. Grafindo Persada : Jakarta.

Limbangan, J. 2012. Karakteristik Morfologis dan Anatomis Klon Harapan Tahan Penggerek Buah Kakao Sebagai Sumber Bahan Tanam. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian 30(4): 156-163.

Lukito, A.M., Mulyono, Tetty, Y., Iswanto, H. 2004. Panduan Lengkap Budidaya Kakao. PT. Agromedia Pustaka. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia.

Martono, B. 2014. Karakteristik Morfologi dan Kegiatan Plama Nutfah Tanaman Kakao. Balai Penelitian Tanaman Industeri dan Penyegar Suka Bumi.

Mulyani, A., A. Rachman., dan A. Dairah. 2010. Penyebaran Lahan Masam, Potensi dan Ketersediaannya Untuk Pengembangan Pertanian. Didalam Nasional Pendayagunaan Tanah Masam. Prosiding Simposium: Bogor. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat.

Mattjik, A.A., dan Sumertajaya, IM. 2006. Perancangan Percobaan dengan Aplikasi SAS dan MINITAB . Institut Pertanian Bogor Press : Bogor.

Nainggolan. 1992. Analisa Komponen Kimia dari Abu Janjang Kelapa Sawit. Laporan Penelitian. Medan: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara.

Nainggolan. B.R.A. 2011. Pemberian Pupuk NPK Organik dan Kiesrite Terhadap Pertambahan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineesis Jacq) di Pembibitan Utama (Main- Nursery). [Skripsi]. Universitas Islam Riau Pekanbaru.

Pahan, I. 2008. Panduan Lengkap Kelapa Sawit. Jakarta: Penebar Swadaya.

Pamungkas, E. 2016. Berbisnis Cerdas di Budidaya kakao. Jakarta: Forrest Publishing.

Panjaitan. A., Sugiono dan H. Serait. 1983. Pengaruh Pemberian Abu Janjang Kelapa Sawit terhadap Perubahan K pada Tanah Podzolik, Regosol dan Aluvial. Medan: BPP.

Panjaitan, A., Sugijono dan H. Sirait. 2003. Pengaruh abu janjang kelapa sawit terhadap keasaman tanah Podsolik, Regosol dan Aluvial. Buletin. Balai Penelitian Perkebunan Medan.

Prasetyo, T. B. 2009. Pemanfaatan Abu Janjang Kelapa Sawit sebagai Sumber K pada Tanah Gambut dan Pengaruhnya Terhadap Produksi Jagung. Jurnal Solum. 2 : 95-100.

Prasetyo, B. H. Dan Suriadikarta, D. A. 2006. Karakteristik, Potensi, Dan Teknologi Pengelolaan Tanah Ultisol Untuk Pengembangan Pertanian Lahan Kering di Indonesia. Litbang Pertanian. 2(25): 39.

Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. 2008. Budidaya Kakao. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Rini. 2005. Penggunaan Dregs (Limbah Bagian Recauticizing Pabrik Pulp) dan Fly Ash (Abu Sisa Boiler Pembakaran Pabrik Pulp) untuk Meningkatkan Mutu dan Produktivitas Tanah Gambut. [Laporan Penelitian]. Pekanbaru: Lembaga Penelitian Universitas Riau.

Rizza, RA ; Liang, V., Mc. Mohan, M. dan Harrison, G. 2001. Encyclopedia of Foods: A Guide to Healthy Nutrition. London: Academic Press. 403-406.

Romheld, V. 2012. Diagnosis of deficiency and toxicity of Nutrients. In: Marschner, P. (Ed.), Marschehner’s Mineral Nutrition of Higher Plants. UK: Academic Press.

Salsi, I. 2011. Karakteristik Gambut dengan Berbagai Bahan Amelioran dan Pengaruhnya Terhadap Sifat Fisik dan Kimia Guna Mendukung Produktivitas Tanah Gambut. Jurnal Agrovigor 4(1):42-50.

Soeverda N. Evita dan H. Arjuna. 2008. Pengaruh Beberapa Dosis Abu Janjang Kelapa Sawit Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau (Vigna radiata L.). Universitas Jambi. Jurnal Agronomi 12(2): 1-6.

Sarief, S. 1986. Kesuburan dan Pemupukan Tanah Pertanian. Bandung: Pustaka Bejana.

Setyamijaya, D. 1986. Pupuk dan Pemupukan. Jakarta: CV. Simplex.

Soeverda N, Evita dan H. Arjuna. 2008. Pengaruh Beberapa Dosis Abu Janjang Kelapa Sawit Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau (Vigna radiara L.) Universitas Jambi. Jurnal Agronomi 12(2): 1-6.

Siregar, T.H.S, S. Riyadi, L. Nuraeni. 2009. Budidaya dan Pemasaran Coklat. Jakarta: Penebar Swadaya.

__________ 2010. Budidaya Cokelat. Jakarta: Penebar Swadaya.

Siregar, A. 2017. Pemanfaatan Abu Janjang Kelapa Sawit Sebagai Amelioran Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineesis Jacq) di Pembibitan Utama (Main- Nursery). [Skripsi]. Fakultas Pertanian Universitas Andalas.

Situmorang, S. 2003. Budidaya Pengolahan Coklat. Balai Penelitian Perkebuanan Bogor. Sub Balai Penelitian Jember.

Soehardjo. 2009. Perencanaan Pangan dan Gizi. Jakarta: Bumi Aksara.

Soeratno. 2000. Pembibitan Coklat. Kumpulan Makalah Konferensi Coklat I: Medan.

Suprianto, Wawan, F. Silvina. 2016. Pengaruh Tanah Mineral dan Abu Janjang Kelapa Sawit pada Medium Gambut Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Pembibitan Utama. JOM Fakultas Pertanian, 3(1) 1:13.

Suyoto, S & D. Jamin. 2003. Pedoman Teknis Budidaya Coklat Bulk. PT. Perkebunan VI Pabatu: Tebing Tinggi.

Sitompul, S. M, dan Guritno, B. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Yogyakarta: UGM Press.

Suriatna, S. 1988. Pupuk dan Pemupukan. Jakarta: Mediyatama Sarana

Syamsulbahari. 2006. Bercocok Tanam Tanaman Perkebunan Tahunan. Yogyakarta: Gadja Mada University Press.

Syawal Y. A Kurnianingsih. Y Parto dan HIG. Hutasoit.2012. Penggunaan Abu Janjang Kelapa Sawit dan Pupuk Kandang terhadap pertumbuhan Tanaman Melon (Cucumis melo L).J. Agronomika. 1(1) : 16-25

Tjasadiharja. 2000. Beberapa Proses Fisiologi Utama Penemu Coklat. Kumpulan Jurnal Komperensi Nasional Coklat I (1). 66-75

Tjitrosoepomo, Gembong. 1988. Taksonomi Tumbuhan (Sperma thopyta), Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada.

Utomo, B. 2008. Pengaruh Dolomit dan Pupuk P Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogea) di Tanah Incepsol. Medan: Fakultas Pertanian Universitas Sumantera Utara .

Utomo, S., Sudarsono, B. Rusman, T. Sabrina, J. Lumbanaraja dan Wawan. 2015. Ilmu Tanah Dasar-dasar dan Pengolahan. Lampung: Kencana Prenada Media Gruop.

Winarso, S. 2005. Kesuburan Tanah Dasar Kesehatan dan Kualita Tanah. Yogyakarta: Gava Media.




DOI: http://dx.doi.org/10.31602/zmip.v45i1.2601

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

 

    

 

 

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.