IDENTIFIKASI SIFAT KUALITATIF DAN KUANTITATIF SAPI RANCAH

Nena Hilmia(1*), Ronny Rahman Noor(2), Cece Sumantri(3), Dedi Rahmat(4), Rudi Priyanto(5)

(1) Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran
(2) Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor
(3) Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor
(4) Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Bandung
(5) Fakultas Peternakan IPB Bogor
(*) Corresponding Author

Sari


Karakterisasi sifat kualitatif dan kuantitatif diperlukan untuk menggali potensi sapi local sebagai informasi dasar untuk mengembangkan sumber daya genetic sapi tersebut.  Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi sifat kualitatif dan kuantitatif sapi Rancah di Kabupaten Ciamis.   Sampel  yang digunakan adalah 92 ekor sapi Rancah betina, umur > 3  tahun, masing masing 40 ekor dari kecamatan Tambaksari dan 52 ekor dari kecamatan Cijulang.  Parameter yang diukur adalah variasi warna bulu,  dan ukuran-ukuran tubuh pada kedua daerah penelitian.  Data  dianalisis secara deskriptif, perbedaan parameter bobot badan dan ukuran tubuh pada kedua populasi penelitian dianalisis dengan Uji T.  Hasil penelitian menunjukkan Warna bulu dominan sapi Rancah  adalah merah bata.  Bobot badan dan ukuran tubuh di Cijulang lebih besar dibandingkan  dengan Tambaksari, kecuali panjang dan lebar kepala sama.  Bobot badan dan ukuran-ukran tubuh sapi Rancah berada diantara sapi Bali dan PO.



Kata Kunci


sapi rancah;warna bulu;ukuran tubuh

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abdullah MAN, Noor RR, Martojo H, Solihin DD. 2008. Karakterisasi sapi Aceh dengan menggunakan DNA mikrosatelite. JITAA. 33(3):165-175

Aberle DE, Forrest JC, Gerrard DE, Milles EW. 2001. Principles of Meat Science. 4th edition San Francisco (US). W.H. Freeman and Company.

Bourdon RM. 1997, Understanding of Animal Breeding. New Jersey (US): Prentice Hall.

Hartati, Sumadi, Subandriyo and Hartatik T.. 2010. Morphological diversity and genetic differentiation of PO cattle in smallholder farmers. JITV 15(1):72-80.

Kantanen J. Olsaker I, Brusgaard K, Eythorsdottir E, Holm LE, Lien S, Danell B and Adalsteinsson S. 2000. Frequencies of genes for coat colour and horns in Nordic cattle breeds. Genet. Sel. Evol. 32:561-576.

Klungland, H., DI. Vage, L. Gomez-Raya, S. Adalsteinsson and S. LIEN. 1995. The role of melanocyte-stimulating hormone (MSH) receptor in bovine coat color determination. (Abstract). Mamm. Genome 6: 636.

Noor, R.R. 2008. Genetika Ternak. Depok (ID). PT. Penebar Swadaya.

Olson TA. 1999. Genetic of colour variation. Di dalam; Fries R and Ruvinsky ,Editor. The Genetics of Cattle. New York (US). CAB International p 33-53.

Otsuka J. Kondo K, Simamora S. Mansjoer SS and Martojo H. 1980. Body measurments of Indonesian native cattle. Di dalam: Report research. The origin and phylogeny of Indonesian native livestock investigation on the cattle, fowl, and their wild forms. The research Group of Overseas Scientific Survey: 7-18

Sarbaini. 2004. Kajian Keragaman Karakter Eksternal dan DNA Mikrosatelit Sapi Pesisir di Sumatra Barat [disertasi]. Bogor (ID) : Institut Pertanian Bogor.

Tonbesi, TT, Ngadiyono N dan Sumadi. 2009. Estimasi potensi dan kinerja sapi bali di kabupaten Timor Tengah Utara, propinsi Nusa Tenggara Timur. Buletin Peternakan 33(1): 30-39.

Utomo BN, Noor RR, Sumantri C, Supriatna I dan Gurnadi E.. 2010. Keragaman morfometrik sapi Katingan di Kalimantan Tengah JITV. 15(3) : 220-230

Utomo BN, Noor RR, Sumantri C, Supriatna I dan Gurnadi E..2012. Keragaman fenotipik kualitatif sapi Katingan. JITV 17(1): 1-12.




DOI: http://dx.doi.org/10.31602/zmip.v44i3.2227

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##



 

    

 

 

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.