Respons Peningkatan Nutrisi Pelepah Sawit Fermentasi yang Diinokulasi dengan Inokulum Berbeda

Danang Biyatmoko

Sari


The purpose of this study was to determine the effect of different types of inoculum for protein content ( PK ) and crude fiber fermentation of palm frond. Research using randomized design (RAL) 4 treatments and 5 replications . Treatment studies are differences in the type of inoculum fermentation, covering S0 ( control ) , S1 ( EM - 4 ) , S2 ( Trichoderma viridae ) and S3 (Sacharomyces cerevisiae). The variables measured were protein content ( PK ) and crude fiber (SK) from the fermentation of palm frond. Results this research it can be concluded that fermentation using palm frond types of different inoculum showed increased protein results (PK) significantly fermented palm frond of 2,11 % ( control ) to 2,41 ( inoculum EM - 4 ) , while the fiber content ( SK ) not significantly different but showed a declining trend with the use of inoculum in the fermentation of palm frond . Best inoculum recommendations to improve the nutritional value of fermented palm frond is effective microorganism ( EM - 4 ) .

Kata Kunci


Palm frond, Fermentation, EM-4, Trichoderma viridae, Yes

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Biyatmoko,D. Dan U. Lendanie. 2007. Peningkatan Inklusi Pakan Berserat Melalui Rekayasa Organ Fermentatif Sekum Menggunakan Inokulasi Transfer Mikrobia Berbagai Sumber terhadap Profil Pencernaan Itik Alabio. 2007. Penelitian Hibah Bersaing XIV, Program DP2M Dikti Jakarta.

Dirjen Perkebunan. 2012. Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia. Jakarta.

Dorta,M. 2007. Hubungan Umur dengan Zat Makanan Empelur Pelepah Sawit. Skripsi. Fakultas Peternakan. Universitas Jambi. Jambi.

Efryantoni. 2012. Pola Pengembangan Sistem Integrasi Kelapa Sawit – Sapi Sebagai Penjamin Ketersediaan pakan Ternak. Skripsi. Fakutas Pertanian. Universitas Bengkulu. Bengkulu.

Kurniawan,B., Faridha, Fathul, dan Y. Widodo. 2012. Delignifikasi Pelepah daun sawit Akibat Penambahan Urea terhadap Kadar Abu, kadar Protein, Kadar lemk dan bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN). Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Lampung.

Murni, R., Suparjo, Akmal, B.L. dan Ginting. 2008. Buku Ajar Teknologi Pemanfaatan Limbah Untuk Pakan. Laboratorium Makanan Ternak. Fakultas Peternakan. Universitas Jambi. Jambi.

Sarfina,M. 2012. Kualitas fisik, Kandungan Protein Kasar dan Serat Kasar Jerami Padi yang Difermentasi dengan Cairan Rumen. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat. Banjarbaru.

Soeprijanto., T. Ratnaningsih & I. Prasetyaningrum. 2008. Biokonversi Selulose dari Limbah Tongkol Jagung Menjadi Glukosa Menggunakan Jamur Aspergilus Niger. Jurnal Purifikasi. Vol. 9 No. 2 Hal. 1.

Wan Zahari, Indradiningsih,R., Widiastuti dan Y. sani. 2003. Limbah Pertanian dan Perkebunan sebagai Pakan Ternak Kendala dan Prospeknya. Lokakar Peternakan. Universitas Jammbiya nasional Ketersediaan IPTEK dalam Pengendalian Penyakit Strategis pada Ternak Ruminansia Besar. Balai Besar Veteriner Bogor. Bogor.

Wididana, G.N. 1999. Gema Teknologi EM. Yayasan Institut Pengembangan Sumberdaya Alam, Jakarta.

Zakaria, Y., C.I. Novita dan Samadi. 2013. Efectivitas Fermentasi dengan Sumber Substrat yang Berbeda Terhadap Kualitas Jerami Padi. Agripet. 13 (1) : 23 – 24.




DOI: http://dx.doi.org/10.31602/zmip.v36i1.21

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##