PERILAKU POLA KERETAKAN BENDA UJI KUBUS DAN SILINDER YANG TERKEKANG TERHADAP BEBAN MAKSIMUM MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA

Fitriani Ridzeki

Sari


Di Indonesia kerusakan bangunan yang cukup besar diakibatkan oleh aktivitas tektonik atau gempa bumi. Sebagian terjadi pada daerah lepas pantai dan daerah pemukiman bahkan kawasan perkantoran. Bangunan tingkat tinggi pada suatu struktur bangunan harus memiliki struktur yang kuat terhadap gaya gempa. Oleh karena itu diperlukan sebuah desain bangunan yang lebih memperhatikan tingkat kinerja bangunan yaitu desain penulangan dan sambungan dari keseluruhan struktur, yang bisa diperoleh dari pengujian kuat tekan beton benda uji untuk mewakili sebuah struktur. Pengujian kuat tekan beton menggunakan benda uji kubus dan silinder yang terkekang telah dilakukan menggunakan metode elemen hingga. Benda uji kubus 15 cm × 15 cm × 15 cm dan kubus 20 cm × 20 cm × 20 jarak sengkang 5 cm dan silinder diameter 15 cm dan tinggi 30 cm yang terkekang dengan jarak sengkang 5 cm dan 10 cm.  penelitian yang  dilakukan adalah pengujian kuat tekan beton pada benda uji kubus dan silinder yang diberi pengekangan untuk mendapatkan nilai beban maksimum, tegangan dan pola keretakan yang terjadi yang terjadi. Perilaku tegangan von misses dan pola keretakan yang terjadi dipengaruhi oleh mutu dari material baja untuk tulangan dan material beton. Semakin tinggi mutu beton maka nilai tegangan maksimum yang dicapai juga semakin besar. Jarak sengkang juga mempengaruhi nilai beban maksimum, semakin rapat jarak antar sengkang maka nilai beban maksimum semakin besar. Sedangkan pada benda uji silinder jarak sengkang dengan pengekangan persegi tidak mempengaruhi nilai beban maksimum.

Kata kunci: pola retak, benda uji, pengekangan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abisetyo, Windunoto. 2009. Studi Pengaruh Pengekangan pada Balok Beton Bertulangan Rangkap dengan Unified Theory. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya.

ANSYS. 1999. ANSYS User’s Manual Revision 5.6, ANSYS, Inc., Canonsburg, Pennsylvania.

ASTM C39-94. 1996. Test Method for Compressive Strength of Cylindrical Concrete

Specimens. ASTM Standards: Concrete and Aggregates, V.04.02., Philadelphia

Dipohusodo, Istimawan. 1994. Struktur Beton Bertulang. Jakarta. Gramedia Pustaka

Utama.

Nawy, Edward G. 1998. Beton Bertulang Suatu Pendekatan Dasar. Bandung. PT.

Refika Aditama.

Park, R. dan T. Paulay. 1975. Reinforced Concrete Structures. John Willey & Sons.

New York, US.

Ridzeki, Fitriani. 2020. Perbandingan Kuat Tekan Beton yang Terkekang pada Benda

Uji Kubus dan Silinder. Makalah Disajikan dalam Seminar Nasional Teknik. Universitas Islam Kalimantan, Banjarmasin, 24 Oktober 2020.

Tjitradi, Darmansyah. 2018. Visualisasi dan Analisis Keruntuhan Balok Beton

Bertulang Menggunakan ANSYS. Jurnal Gradasi Teknik Sipil. Volume 2 No 1.




DOI: http://dx.doi.org/10.31602/jk.v4i1.5154

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.31602/jk.v4i1.5154.g3104

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.