Hakikat Asas Pemisahan Horizontal Dalam Hukum Adat

Adwin Tista(1*)

(1) Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari
(*) Corresponding Author

Abstract


The principle of horizontal separation in Indonesian Agrarian Law has a philosophical meaning of maximizing the utility of land for people's lives, including for the indigenous communities. The existence of this is to realize social justice for the people of Indonesia. The tangible manifestation of the horizontal separation is in the case of plantation business management between land owners in cooperation with plantation business actors as capital owners. However, in practice, there needs to be an adjustment from the application of the horizontal separation principle with the rules of customary law that apply to indigenous peoples so as not to cause problems or conflicts of norms, because that's why the horizontal separation principle in customary law must essentially be based on the value of utility and justice. The solution to this problem is to carry out legal reconstruction in the field of land administration to support the principle of horizontal separation which will be a solution to maximize the function of the land. In the context of realizing equitable social justice, both from land owners and capital owners by making a government regulates plant registration in the context of plantations and building registration, in addition to the existing Government Regulation No. 24/1997 on Land Registration. This research uses a normative method by conducting a literature study using two legal materials, namely primary legal materials and secondary legal materials, with a legal approach, a conceptual approach, and a case approach.


Keywords


Horizontal Separation Principle; Law; Custom; Asas Pemisahan Horisontal; Hukum; Adat.

Full Text:

PDF

References


Buku

Bzn, B.Ter Haar, (2013), Asas-Asas Dan Susunan Hukum Adat, terjemahan K.Ng. Soebakti Pesponoto, Cetakan XIV, Penerbit Balai Pustaka (Persero), Jakarta Timur.

Hadikusuma, Hilman, (2014), Pengantar Ilmu Hukum Adat Indonesia, Edisi Revisi, Cetakan III, Mandar Maju, Bandung.

Harsono, Boedi, (1999), Hukum Agraria Indonesia: Sejarah Pembentukan Undang-Undang Pokok Agraria, Isi Dan Pelaksanaannya, Jilid.I, Hukum Tanah Nasional, Jakarta, Djambatan.

Ngani, Nico, (2012), Perkembangan Hukum Adat Indonesia, Cetakan 1, Pustaka Yustisia, Yogyakarta.

Rato, Dominikus, (2014), Hukum Adat Di Indonesia (Suatu Pengantar), Cetakan atau Edisi Mei, Penerbit Laksbang Justitis, Surabaya.

Soekanto, Soejono, (2015), Hukum Adat Indonesia, Cetakan XIV, Penerbit RajaGrafindo Persada, Jakarta.

Soepomo, (1967), Bab-Bab tentang Hukum Adat, Universitas Jakarta, Jakarta.

Sudiyat, Imam, (2010), Hukum Adat, Liberty Offset, Yogyakarta.

Yati Nurhayati, (2020), Pengantar Ilmu Hukum, Bandung: Nusa Media.

Peraturan Perundang-Undangan

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.

Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.

Jurnal

Andari, Cicilia Putri dan Djumadi Purwoatmodjo, (2019), Akibat hukum Asas Pemisahan Horizontal dalam Peralihan Hak Atas Tanah, Notarius, Volume 12/Nomor 2, Universitas Diponegoro, Semarang.

Desi, Herinawati, Nasriyanti, (2021), Penerapan Asas Pemisahan Horizontal dalam Penyelesaian Sengketa Antara Pemilik Tanah dengan Pemilik Benda yang Ada Di Atasnya (Studi Kasus di Kecamatan Putri Betung Kabupaten Gayo Lues), Jurnal Ilmiah Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, Volume IV/Nomor 1, Aceh, Januari.

Dwiyatmi, Sri Harini, (2020), Asas Pemisahan Horizontal (Horizontale Scheiding Beginsel) dan Asas Perlekatan (Verticale Acessie) Dalam Hukum Agraria Nasional, Refleksi Hukum Universitas Kristen Satya Wacana, Volume 5/ Nomor 1, Salatiga, Oktober 2020.

Eman, Angga. B.CH, (2013), Penyelesaian Terhadap Sertifikat Ganda Oleh Badan Pertanahan Nasional, Journal, Lex Et Sociates, Volume.I/Nomor.5/ September 2013.

Ganindra, Dyah Devina Maya, Faizal Kurniawan, (2017), Kriteria Asas Pemisahan Horizontal Terhadap Penguasaan Tanah dan Bangunan, Yuridika Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Volume 32/Nomor 2, Surabaya, Mei 2017.

Hatta Isnaini Wahyu Utomo, (2019), Perlindungan Hukum Bagi Kreditur Atas Obyek Jaminan Berupa Bangunan Tanpa Tanah Dalam Perspektif Asas Pemisahan Horizontal, Jurnal Selat, Volume 7, Nomor 1, Surabaya, Oktober 2019.

Naafiu, Alfian Adam dan Nian Qisthi Kristalin, (2021), Penerapan Asas Pemisahan Horizontal pada Hak Pakai bagi Orang Asing, Media Iuris, Volume 4/Nomor 3, Universitas Airlangga, Surabaya, Oktober 2021.

Nasrullah, (2018), Analisis Hukum secara Analogi Penerapan Asas Pemisahan Horizontal pada Praktek Jual Beli Tanah Tidak Beserta dengan Pohon Kelapa Di Atasnya Di Kec. Patilanggio Kab. Pohuwato, Mimbar Pendidikan Hukum Nasional, Volume 2/Nomor 2, Universitas Ichsan, Gorontalo, April 2018.

Nasution, Agussalam, (2012), Teori Hukum Pertanahan Yang Pernah Berlaku di Indonesia, Majalah Hukum Agraria, Jakarta, 2012.

Yati Nurhayati, (2013), ‘Perdebatan Antara Metode Normatif Dengan Metode Empirik Dalam Penelitian Ilmu Hukum Ditinjau Dari Karakter, Fungsi, Dan Tujuan Ilmu Hukum’, Jurnal Al Adl, Volume 5, Nomor 10.

Yati Nurhayati; Ifrani; M. Yasir Said, (2021), ‘Metodologi Normatif Dan Empiris Dalam Perspektif Ilmu Hukum’, Jurnal Penegakan Hukum Indonesia, Volume 2, Nomor 1.




DOI: http://dx.doi.org/10.31602/al-adl.v14i2.7040

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Al Adl by Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad albanjari is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Based on a work at https://ojs.uniska-bjm.ac.id/index.php/aldli/index