FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEAKTIFAN KADER POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PELAMBUAN KOTA BANJARMASIN

Yasir Farhat

Sari


Latar Belakang, peran serta masyarakat mem-punyai peranan penting dalam keberhasilan pembangunan, termasuk pembangunan kesehatan. Salah satu wujud peran serta masyarakat adalah posyandu. Posyandu mengajak masyarakat sadar memelihara kesehatan yang dikelola bersama oleh masyarakat dan puskesmas dibantu oleh kader secara aktif. Kehadiran kader mutlak dibutuhkan dalam posyandu dan cakupan penimbangan balita di posyandu (D/S) merupakan indikator yang berkaitan dengan cakupan pelayanan gizi pada balita.

Tujuan Penelitian, untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keaktifan Kader Posyandu di wilayah kerja puskesmas Pelambuan Kota Banjarmasin.

Metode Penelitian, jenis penelitian adalah observasional analitik menggunakan rancangan cross sectional dengan metode kuantitatif. Penelitian di-laksanakan di posyandu wilayah kerja Puskesmas Pelambuan. Sampel penelitian adalah sebagian kader posyandu diambil secara Sistematik Random Sampling dengan criteria inklusi. Variabel yang diteliti keaktifan kader, umur, tingkat pendidikan, status pekerjaan, status perkawinan dan tingkat pengetahuan. Analisis data menggunakan uji Chi-Square.Kesimpulan, semakin kader tidak bekerja semakin tinggi keaktifannya. Hendaknya memilih kader yang tidak bekerja.

Hasil, responden dengan kelompok umur ≥45 tahun sama banyaknya dengan kelompok umur <45 tahun (50,0%), seluruhnya sudah kawin (100,0%). Tingkat pendidikan sebagian besar rendah (66,0%), tingkat pengetahuan sebagian besar kurang (56,8%), dan sebagian besar tidak bekerja (84,0%). Ada hubungan antara status pekerjaan dengan keaktifan kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Puskesmas Pelambuan.


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.