CORAK PENAFSIRAN TASAWUF HAMKA (Studi Penafsiran Ayat Tasawuf dalam Tafsir Al-Azhar) TAHUN 2019/2020

Abdul Hadi

Sari


Abdul Hadi ,Kajian keilmuan islam khususnya dibidang tafsir semakin berkembang seiring dengan kehidupan yang moderen, kajian ilmu tasawuf menjadi salah satu kajian ilmu yang diminati sebagian umat islam namun ada juga sebagian orang yang tidak merespon baik atas disiplin ilmu ini, bahkan mereka sampai menuduh bahwa tasawuf adalah salah satu penyebab kemunduran umat islam dijaman moderen ini karena membuat umat islam menjadi tertinggal dibidang keilmuan moderen karena hanya berfikir kebaikan untuk dirinya sendiri, namun diasamping doktrin itu muncul ulama tafsir indonesia bernama Hamka yang memberikan pemahaman kajian tasawuf yang berbeda yang dijelaskan dalam tafsirnya al- Azhar yang relevan dan cocok di amalkan pada masa moderen ini. Fokus masalah dari penelitian ini adalah apa corak penafsiran tasawuf Hamka ? dan bagaimana relevansi tasawuf Hamka dengan realita kehidupan sekarang ? Penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research), dengan menggunakan data primer yaitu ayat al-Qur’an dan tafsir al-Azhar mengenai ayat tentang tasawuf, data skunder adalah buku-buku dan artikel lain yang terkait dengan pembahasan mengenai ayat tasawuf . Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan maudhū’ī atau tematik. Setelah data-data terkumpul kemudian dianalisis secara content analysis dengan variable utama “Ayat Tasawuf dalam al-Qur’an yang ada dalam tafsir al-azhar yang terdapat dalam tafsir al-Azhar. Adapun langkah pokok analisis data dalam penelitian ini diawali dengan inventarisasi teks berupa ayat, mengkaji teks, melihat historis ayat dan melihat hadits selanjutnya diinterpretasikan secara objektif dan dituangkan secara deskriptif dan ditarik beberapa kesimpulan secara deduktif dengan mengacu kepada masalah yang telah dirumuskan. Berdasarkan fokus masalah dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa. Corak penafsiran tasawuf hamka adalah tasawuf bercorak Isyari, yaitu tasawuf yang berdasarkan kaidah ilmiah yang nyata dan realistis serta pentakwilan ayat- ayat Al-Qur’an tafsir isyari adalah Al-Qur’an mencakup apa yang zhahir dan batin. Makna zhahir adalah teks ayat Qur’an sedangkan makna batinnya adalah makna isyarat yang ada dibalik makna tersebut, dan tidak berdasarkan kajian-kajian mistis yang dibangun atas dasar riyadhah ruhiyyah, atau latihan-latihan spiritual dengan petunjuk melalui hati nuraninya atau lebih deikenal dengan mukasyafah,Relevansi tasawuf hamka dengan kehidupan saat ini memliki keserasian, dimana manusia yang hidup pada zaman ini tidak harus meninggalkan kehidupan yang ada pada saat ini, andai memiliki jabatan tidak harus meninggalka jabatanya, andai punya harta tidak harus meninggalkanya dan pergi beruzlah di Goa, yang harus ditinggalkan adalah akhlak yang buruk dan tercela yang membawa mansia menjadi sombong dan tidak berakhlak terhadap TuhanNya, dari itu perlu bertasawuf dengan cara memperbaiki budi pekerti, untuk menghambakan diri pada Allah bukan pada harta dan jabatan yang diapunya, karena pada dasarnya dunia bukanlah tujuan melainkan sarana menuju akhirat yang kekal.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


A. Susanto, Pemikiran Pendidikan Islam Jakarta: Amzah, 2009

Abil Hasan Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi an Naisabury, SahîhMuslim, Riyadh: Dâr As Salâm, 1998

Abu Muhammad Ad-Darimi, Sunan Ad-Darimi Beirut : Dar-Al-Kitab Tth Ahmad Izzan. Metodologi Ilmu Tafsir. Bandung: TAFAKUR, 2011

Ahmad Syurbasyi, Study tentang Sejarah Perkembangan Tafsir Al-Qur’an Al- karim, Jakarta: kalam mulia,1999

Depag RI, Al Qur'anul Kariim Dan Terjemahnya. ( Bandung: Gema risalah Pres 2010

Ensikoklopedi Islam Jakarta, PT. Ichtiar Baru Van Hoeve: 1994.

Hamka, Falsafah Hidup, (Jakarta: Pustaka Panjimas, 2002

Kenang-kenangan Hidup (Jakarta: Bulan Bintang, 1979), 1:9.

Hamka, Tasauf Modern (Jakarta: Pustaka Panjimas, 1987), h.17.

, Kenang-kenangan Hidup Jakarta: Bulan Bintang, 1974

,Tafsir Al-Azhar, (Jakarta: Penerbit Pustaka Panjimas, 1982 cet. I, juz I

,Tasawuf Modern, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1991

,Tasawuf, Perkembangan dan Pemurniannya, Jakarta: PT Pustaka Panji Mas, 1984

Ilmi Zadeh Faidullah al-Hasaniy al-Maqdisi, Fathu al Rahmān Li Thibi Ayat al-Qurān Semarang, Toha Putra, Tth

Islah Gusmian, Khazanah Tafsir Indonesia dari Hermeneutika hingga Idiologi,Jakarta Selatan: Teraja,2003

Juhaya S.Praja, Tafsir Hikmah Seputar Ibadah, Mu’amalah, Jin dan Manusia, Bandung: PT.Remaja Rosdakarya,2000

K. Permadi, Pengantar Ilmu Tasawuf Cet. I; Jakarta: Rineka Cipta, 1997.

M.Quraish Shihab, Membumikan al-Qur’an, mengutip dari: ‘Abd al-Hay al- Farmawi, al-Bidayah fi Tafsir al-Maudhu’i, Kairo: al-Hadharah al-Arabiyah, 1977

M. Yunan Yusuf, Corak Pemikiran Kalam Tafsir al-Azhar: Sebuah Telaah atas Pemikiran Hamka dalam Teologi Islam Jakarta: Penamadani, 2003. Mohammad Damami, Tasawuf Positif dalam Pemikiran Hamka Yogjakarta: Fajar Pustaka Baru, 2000

Muhammad Huseyn al-Dzahabi, al-Tafsir wa al-mufassirun, Kairo:

Mulyadi Karta Negara, Menyelami Lubuk Tasauf, Jakarta : Bumi Akasar, 2006. Mustofa Anshori, Tasawuf dan Keterlibatan Sosial Sufi, Yogyakarta :, Lembaga Penelitian UGM 1995

Nurcholish Madjid, Islam Agama Peradaban Jakarta: Paramadina, 2000Pius A. Partanto dan M. Dahlan al-Barry, Kamus Ilmiah Populer, Surabaya : Arkola, 1994

Quraish Shihab, Sejarah & Ulum al- Qur’an, Jakarta: Pustaka Firdaus, 2001 Ramayulis dan Samsul Nizar, Filsafat Pendidikan Islam: Telaah Rivay Siregar, Tasawuf, dari Sufisme Klasik ke Neo-Sufisme Cet. I; Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada, 1999

Sahabuddin, Metode Mempelajari Ilmu Tasawuf, menurut Ulama Sufi Cet. II; Surabaya: Media Varia Ilmu, 1996

Sai’d Hawwa, Al Mustakhlâs fi Tazkiyatin Nafs, Terj. Aunur Rafiq Sholeh Tamhid, (Jakarta: Robbani Press, 2005) h. 87.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.