PENGEMBANGAN NEED ASSESMENT LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI

Akhmad Rizkhi Ridhani, Zainal Fauzi

Sari


Analisis kebutuhan merupakan hal utama dan pertama bagi konselor sekolah untuk menganalisis kebutuh yang dihendaki peserta didik. Namun pada tataran pelaksanaannya konselor kurang efesien dalam memanfaatkan teknologi, dimana kebanyak konselor sekolah masih menganalisis kebutuhan peserta didik secara manual (offline). Padahal teknologi bagi kita merupakan pengetahuan terhadap penggunaan alat dan kerajinan, dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi kemampuan untuk mengontrol dan beradaptasi dengan lingkungan alamnya. Maka oleh sebab itu tujuan dari penelitian ini ialah mengembangkan sebuah analisis kebutuhan terhadap layanan bimbingan kelompok berbasis teknologi informasi. Metodelogi penelitian yang digunakan peneliti yakni penelitian dan pengembangan (research and development). Dalam pengembangan model ini instrument pengumpul data yang digunakan peneliti yakni; (1) angket, (2) lembar validasi ahli. Hasil penelitian yakni : (a) tersusunya model hipotetik analisis kebutuhan layanan bimbingan kelompok berbasis teknologi informasi hasil revisi dari masukan para ahli yang telah ditetapkan peneliti kriterianya; (b) kekurangan dari model hipotetik ini ialah peneliti hanya menggunakan 5 tahapan pengembangan yakni : (1) studi pendahuluan. (2) perencanaan, (3) pengembangan hipotetik, (4) penelaahan model hipotetik, (5) revisi model hipotetik, sehingga belum dapat dilihat efektifitas model yang dikembangkan peneliti.

_______________________________________________________________

 

Needs analysis is the main and first thing for school counselors to analyze the needs of students. But at the level of implementation the counselor is less efficient in utilizing technology, where most school counselors still analyze the needs of students manually (offline). Though technology for us is knowledge of the use of tools and crafts, and how it affects the ability to control and adapt to their natural environment. So the purpose of this study is therefore to develop a needs analysis of information technology-based group guidance services. The research methodology used by researchers is research and development. In developing this model data collection instruments used by researchers are; (1) questionnaire, (2) expert validation sheet. The results of the study are: (a) the establishment of a hypothetical model of the analysis of the need for revised information technology-based group guidance services from the input of experts who have been determined by the researchers; (b) the shortcomings of this hypothetical model are that researchers only use 5 stages of development namely: (1) preliminary study (2) planning, (3) hypothetical development, (4) hypothetical model review, (5) hypothetical model revision, so that the effectiveness of the model developed by the researcher cannot be seen.


Kata Kunci


Analisis Kebutuhan Layanan Bimbingan Kelompok, Teknologi Informasi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Borg and Gall. 2003. Education Research. New York. Allyn dan Bacon.

Gibson, R. L, Mitchell, M.H. 2011. Bimbingan dan Konsleing. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Ridhani, A.R. Bimbingan Kelompok Relegius (Pendekatan Alternatif Membentuk Karakter Anak Islami). Banjarmasin : LP2M UNISKA MAB.

Riyana, Cepi. 2017. Peran Teknologi dalam Pembelajaran. file:///D:/KARIR%20ARR/2.%20PENELITIAN/2.%20PENELITIAN%20APBU%20UNISKA/Anggaran%202018/2/Bahan/Teknologi%20Informasi/PERANAN_TEKNOLOGI_DALAM_PEMBELAJARAN.pdf. Diunduh 23 September 2018.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan, pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D:Bandung. Alfabeta.




DOI: http://dx.doi.org/10.31602/jbkr.v5i1.1903

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Akun akademik anda terhubung dengan:

          

 

Didedikasikan untuk:

                      

 

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.